
Penggunaan pestisida pada lahan pertanian yang berlebihan akan mempengaruhi ekosistem ikan yang ada disekitarnya, salah satunya adalah belut. Sehingga keberadaan belut di alam semakin terancam dikarenakan ketidak seimbangan kita dalam merawat alam.
Tetapi, kini tidak perlu khawatir, anda bisa memanfaatkan dengan membudidayakan belut sebagai peluang usaha sekaligus menjaga keseimbangan alam. Selain itu, keuntungan dalam berbisnis belut adalah besarnya permintaan pasar belut baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Permintaan ekspor belut dari beberapa negara tujuan dapat dilihat ditabel di bawah ini :
Sumber: Drs Ruslan Roy, MM, Ir R. M. Son Son Sundoro, www.eelstheband.com, dan telah diolah dari berbagai sumber.
(*) dikutip dari sumber – sumber di trubus online, dll.
Sentra perikanan belut Internasional terpusat di Taiwan, Jepang, Hongkong, Perancis dan Malaysia. Sedangkan sentra perikanan belut di Indonesia berada di daerah Yogyakarta dan di daerah Jawa Barat. Di daerah lainnya baru merupakan tempat penampungan belut-belut tangkapan dari alam atau sebagai pos penampungan.
Budidaya Belut sebenarnya tidak sulit dan juga tidak mahal. Masyarakat yang memiliki lahan sempitpun dapat memelihara belut. Secara Teknis Budidaya dan pemeliharaan belut (monopterus albus) hanya memerlukan perhatian dalam memilih tempat/lokasi budidaya, pembuatan kolam, media pemeliharaan, memilih benih, perkembangbiakan belut, penetasan, makanan dan kebiasaan makan serta hama.
a. Tempat/Lokasi Budidaya
Pemilihan lokasi bakal pembuatan kolam ditempat yang tidak secara langsung terkena sinar matahari, meskipun dapat disiasati dengan pemberian peneduh. Disamping itu luas lahan dengan memperhatikan kemiringan dan batas calon kolam. Kolam ini dapat diatas tanah atau galian tanah, hal ini tergantung pada luas lahan yang akan memudahkan pengamatan, pembangunan konstruksi kolam, seperti pintu air, saringan dan lain sebagainya.
b. Pembuatan kolam
Lokasi yang telah ditentukan dengan memperhatikan persyaratan teknis dan jenis kolam, baik kolam penampungan induk, kolam pemijahan dan pendederan serta kolam pembesaran. Kolam-kolam ini memiliki ukuran tersndiri, pertama, Kolam Penampungan Induk berukuran 200 cm x 400 cm x 80 cm, kedua Kolam Pemijahan 200 cm x 200 cm x 100 cm, ketiga, Kolam Pembesaran 500 cm x 500 cm x 120 cm.
c. Media Pemeliharaan
Kolam budidaya belut menggunakan media pemelihaan sebagai tempat hidup berupa tanah/lumpur sawah yang dikeringkan, pupuk kandang, pupuk kompos (sekam/gabah padi yang dibusukkan), jerami padi, cincangan batang pisang, pupuk urea dan NPK dengan perbandingan kurang lebih sebagai berikut :
Lapisan paling bawah tanah/lumpur setinggi 20 cm.
1. Lapisan pupuk kandang setinggi 5 cm.
2. Lapisan tanah/lumpur setinggi 10 cm.
3. Lapisan Pupuk kompos setinggi 5 cm.
4. Lapisan tanah/lumpur setinggi 10 cm.
5. Lapisan jerami padi setinggi 15 cm, yang diatasnya ditaburi secara merata pupuk urea 2,5 kg dan NPK 2,5 kg untuk ukuran kolam 500 cm x 500 cm. Perbandingan jumlah pupuk dan luas kolam ini juga dipergunakan dalam ukuran kolam, baik lebih besar maupun kecil.
6. Lapisan tanah/lumpur setinggi 20 cm.
7. Lapisan air dengan kedalaman setinggi 15 cm, yang ditaburi secara merata batang pisang sampai menutupi permukaan kolam.
Seluruh media pemeliharaan ini didiamkan agar terjadi proses permentasi dan siap untuk pemeliharaan belut selama kurang lebih dua minggu.
d. Pemilihan Benih
Media pemeliharaan yang sudah lengkap dan siap untuk pemeliharaan, menuntut pemilihan bibit belut yang berkualitas agar menghasilkan keturunan normal.
Syarat Benih Belut : pertama, anggota tubuh utuh dan mulus atau tidak cacat atau bekas gigitan. kedua, mampu bergerak lincah dan agresif. ketiga, penampilan sehat yang ditunjukan dengan tubuh yang keras, tidak lemas tatkala dipegang. keempat, tubuh berukuran kecil dan berwarna kuning kecoklatan. kelima, usia berkisar 2-4 bulan.
Disamping itu diperhatikan pula pemilihan induk belut jantan dan betina sebagai berikut :
* Ciri Induk Belut Jantan
1. Berukuran panjang lebih dari 40 cm.
2. Warna permukaan kulit gelap atau abu-abu.
3. Bentuk kepala tumpul.
4. Usia diatas sepuluh bulan.
* Ciri Induk Belut Betina
1. Berukuran panjang 20-30 cm
2. Warna permukaan kulit cerah atau lebih muda
3. Warna hijau muda pada punggung dan warna putih kekuningan pada perut
4. Bentuk kepala runcing
5. Usia dibawah sembilan bulan.
e. Perkembangan Belut
Belut berkembangbiak secara alami dialam terbuka dan dapat dibudidaya dengan perkembangbiakan normal dikolam dengan media pemeliharaan yang memenuhi persyaratan. Belut secara lami memiliki masa kawin selama musim hujan (4-5 bulan), dimalam hari dengan suhu sekitar 28° C atau lebih. Musim kawin ini ditandai dengan berkeliarannya belut jantan kepenjuru kolam, terutama ketepian dan dangkal yang akan menjadi lubang perkawinan. Lubang berbentuk “U”dimana belut jantan akan membuat gelembung busa dipermukaan air untuk menarik perhatian betina, namun belut jantan menunggu pasangannya dikolam yang tidak berbusa. Telur-telur dikeluarkan disekitar lubang, dibawah busa dan setelah dibuahi akan dicakup pejantan untuk disemburkan dilubang persembunyian yang dijaga belut jantan.
f. Penetasan
Telur-telur ini akan menetas setelah 9-10 hari, tetapi dalam pendederan menetas pada hari ke 12-14. Anak-anak belut ini memiliki kulit kuning yang semakin hari akan berangsur-angsur menjadi coklat. Belut jantan akan tetap menjaga sampai belut muda berusia dua minggu atau mereka meninggalkan sarang penetasan untuk mencari makanan sendiri.
g. Makanan dan kebiasaan makan
Belut secara alamiah memakan segala jenis binatang kecil yang hidup atau terjatuh di air. Belut ini akan menyergap makanannya dengan membuat lubang perangkap, lubang ini menyerupai terowongan berdiameter 5 cm.
h. Hama belut
Belut jarang terserang penyakit yang disebabkan oleh kuman atau bakteri, namun mereka sering kekurangan pangan, kekeringan atau dimakan sesama belut dan predator lainnya, sehingga memerlukan air mengalir agar tetap sehat.
Setelah belut berkembang sesuai yang diharapkan, kita harus memperhatikan tata cara panen agar belut tidak luka dan tetap segar, baik untuk pasar lokal maupun antar daerah dan ekspor. Belut untuk pasar lokal hanya memerlukan ukuran sedang dengan umur 3-4 bulan, sedangkan ekspor perlu ukuran lebih besar dengan usia 6-7 bulan.
Perlakukan pasca panenpun juga harus diperhatikan, baik dalam membersihkan dan memperbaiki kolam pemeliharaan serta dilakukan penggantian media yang baru, sehingga makanan belut tidak habis bahkan semakin banyak.
Diolah dari berbagai sumber
copyrigh :http://www.bisnisukm.com
(Sumber gambar:http://hewan-peliharaan.iklanmax.com/2009/02/05/belut-eel.html)
Kamis, Oktober 29
Terbuka Lebar Peluang Ekspor dari Budidaya Belut
Diposting oleh
Bromo Telecenter
di
10/29/2009 05:14:00 AM
0
komentar
Label: Berita-Info Bisnis, Peluang Bisnis
Rabu, Oktober 28
Sukses Budidaya Ikan Nila

Ikan nila merupakan komoditas potensial yang patut dilirik oleh siapa saja yang ingin menggelutinya. Ikan Nila GIFT (Oreochromis niloticus bleeker) merupakan jenis ikan air tawar favorit karena nilai jualnya yang tinggi sekaligus pertumbuhannya yang pesat menyebabkan waktu panen yang lebih pendek. Selain itu ikan nila juga mudah dikembangbiakan, dan dipelihara serta toleransinya yang tinggi terhadap perubahan lingkungan. Rasanya cukup gurih sehingga digemari masvarakat Indonesia.
Bentuk tubuh ikan nila lebih besar dari pada ikan mujair serta memiliki garis-garis putih vertical pada sirip ekor dan punggungnya. Ikan nila yang merupakan ikan sungai atau danau sangat cocok dibudidaya pada perairan yang tenang ataupun kolam. Toleransi ikan ini terhadap salinitas sangat tinggi, sehingga selain pada periran tawar, nila juga sering ditemukan hidup dan berkembang pesat pada perairan payau, misalnya tambak.
Teknik Budidaya
Persiapan Kolam.
Jenis kolam yang ideal untuk pemeliharaan ikan nila yaitu kolam tanah dengan jenis tanah bertekstur liat atau liat berpasir. Kedalaman kolam sebaiknya berkisar antara 0,5-1 m. Kedalaman ini berperan dalam menentukan tingkat kesuburan kolam dimana kedalaman kolam berpengaruh pada masuknya sinar matahari yang berperan pada proses fotosintesis sehingga menyebabkan tersedianya makanan alami bagi ikan di dalam kolam. Pada kolam sebaiknya memiliki saluran pemasukan dan pengeluaran air. Hal ini penting dalam mengatur sirkulasi air di kolam.
Hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum dilakukan pengisian air pada kolam :
- Kolam dikeringkan dan dijemur selama 4-7 hari atau sampai tanah dasar kolam retak-retak. Hal ini berguna untuk membasmi hama dan bibit-bibit penyakit.
-Pemberian kapur pada kolam dengan dosis 10-25 gr/m2. Tujuannya adalah untuk membasmi bibit – bibit penyakit yang masih terdapat di dasar kolam dan selain itu juga dapat meningkatkan pH air.
-Pemupukan kolam. Pupuk yang digunakan berupa pupuk kandang maupun pupuk buatan. Hal ini perlu karena sifat ikan nila yang menyukai pakan plankton. Pupuk kandang paling baik diberikan pada awal persiapan kolam dengan dosis 250 gr/m3. Setelah kolam diisi air selanjutnya diberikan pupuk anorganik berupa urea dan TSP dengan dosis masing – masing 2,5 g/m2 dan 1,25 g/m2.
-Pengisian air kolam. Sumber air dapat berasal dari sungai, danau, mata air atau air sumur. Untuk pengisian pertama, kolam diisi air hingga ketinggian 5-10 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari. Hal ini berguna untuk tumbuhnya makanan alami di kolam. Selanjutnya di kolam diisi penuh dan dilanjutkan dengan pemupukan menggunakan pupuk anorganik.
Penebaran Benih.
Ciri-ciri benih yang baik adalah yang berwarna cerah dan pergerakannya lincah. Untuk padat penebaran yang dianjurkan berkisar 15-20 ekor/m2. Tergantung dengan ukuran benih. Sebelum ditebar benih disucihamakan terlebih dahulu dengan direndam pada larutan Kalium Permanat (PK) atau malachite green atau garam dapur selama 1-2 hari. Penebaran dilakukan pada pagi atau sore hari. Saat penebaran, dilakukan aklimatisasi yaitu dengan cara memasukkan kantong benih ke dalam kolam sehingga air kolam masuk ke wadah benih sedikit demi sedikit, lalu secara perlahan-lahan benih dikeluarkan.
Pemberian Pakan.
Jenis pakan yang baik berupa pellet yang mengandung 25% protein. Selain itu juga dapat diberikan pakan tambahan berupa dedak halus, ampas tahu atau bahan makanan lain yang mudah diperoleh. Pemberian pakan per hari harus, yaitu sebanyak 3-5%dari berat tubuh ikan.
Pemanenan
Pemanenan dapat dilakukan pada 3-6 bulan pemeliharaan. Hal ini tergantung pada : Kesuburan kolam, Ukuran ikan yang diharapkan, Teknik pemeliharaan. Biasanya untuk ukuran 500-600 gr/ekor pemanenan dapat dilakukan selama kurang lebih 6 bulan pemeliharaan. Pemanenan dikolam dapat dilakukan dengan pengeringan air hingga tersisa di kemalir yang untuk selanjutnya dapat ditangkap dengan diseser.
Pemasaran.
Potensi pasar untuk ikan nila masih sangat lebar dengan harga yang cukup terjangkau pasar, mulai dari nila yang stadium bibit sampai ikan nila yang di kategorikan sebagai ikan konsumsi semua pasar tersebut masih sangat memungkinkan dimasuki. Ikan nila ini dapat Anda pasarkan untuk mensuplay ke berbagai kolam pemancingan ikan, pasar-pasar tradisional maupun supermarket, rumah makan, bahkan untuk skala ekspor.
Analisa Usaha.
Budidaya dilakukan pada kolam sederhana ukuran 50 m2 dengan padat tebar 35 ekor/m2.
Feeding rate sebesar 3% dengan masa pemeliharaan 3,5 bulan, mortalitas 25% dan hasil panen ukuran 300 gr perekor.
1.Investasi
•Pembuatan kolam dan pembelian peralatan = Rp. 1.000.000
2.Biaya
•Biaya Tetap per panen dalam satu tahun Rp. 480.000: 4 = Rp. 120.000
•Biaya variable terdiri dari Benih+pakan+ Obat = Rp. 2.051.200
Total biaya = Rp. 2.051.200 + Rp. 120.000 = Rp. 2.171.200
3.Hasil Produksi per periode = Panen 394 kg@ 9000 = Rp. 3.536.000
4.Keuntungan = Rp. 3.536.000 – Rp. 2.171.200 = Rp. 1.374.800
copyright:http://bisnisukm.com
Diolah dari berbagai sumber
Sumber Gambar: http://pemancing.com/wp-content/uploads/2009/08/ikan-nila.jpg[/hidepost]
[/hidepost]
Diposting oleh
Bromo Telecenter
di
10/28/2009 01:44:00 AM
0
komentar
Label: Berita-Info Bisnis, Peluang Bisnis
Rabu, Oktober 21
Langkah Pasti Meningkatkan Kredibilitas UKM

(bisnisukm.com)Kecenderungan konsumen untuk melihat besarnya perusahaan daripada mutu pekerjaan membuat banyak pengusaha kecil menengah yang kehilangan kesempatan berebut peluang. Namun sebenarnya ada trik khusus agar usaha kecil kita dapat terkesan besar dan profesional.
Internet memungkinkan perusahaan kecil terlihat besar dan perusahaan besar terlihat kecil, bahkan apabila Anda sendiri adalah pengusaha online tunggal, Anda bisa menjadi dan kelihatan seperti suatu sosok bisnis besar.
Yang jelas internet memungkinkan beberapa dari kita di Indonesia dapat menjadi pengusaha digital yang mandiri asalkan Anda mengerti teknik pemasaran online dan mengenal teknologi terkait dalam bidang Internet.
Trend inilah yg diberitakan oleh majalah Newsweek bahwa di tahun 2005, sekitar 50% dari para pengusaha digital adalah “home-based business” atau sama seperti UKM yang berbasis di rukan (rumah-kantor). Kecenderungkan peningkatan pun terus terasa hingga kini. Banyak UKM yang menggunakan internet sebagai media promosi on line. Bila Anda bertindak bagaikan layaknya seorang profesional maka bisnis Anda terkesan besar, maka prospek Anda pun akan sampai pada tingkat kepercayaan yang tinggi dan sehingga pada akhirnya mereka mau membeli dari Anda.
Disini akan disampaikan 7 cara yang dapat membuat Anda menjadi layaknya sosok bisnis besar bukan seperti seorang pengusaha hanya dalam satu malam, artinya hari ini berbisnis namun besok bangkrut atau kabur dengan membawa uang yang bukan haknya.
Cara#1. Milikilah situs web yang terkesan profesional :
Hal ini tidaklah sulit mengingat ribuan artikel yang telah mengupas masalah teknik desain situs web, atau Anda bisa sewa seorang perancang web yang membuatkannya untuk Anda. Namun saran saya adalah pastikan Anda bisa melakukan modifikasi atau penyuntingan. Bila anda tidak memiliki kemampuan dalam pembuatan website, anda bisa menggunakan jasa pembuatan website yang cukup banyak bertebaran. Anda dapat menghubungi kami, untuk membantu memilih web designer yang cukup handal dengan layanan prima.
Cara#2. Buatkan nomor telepon Hotline-nya:
Komunikasi adalah inti dari bisnis online. Pastikan anda memiliki nomor yang dapat dihubungi kapan saja dan selalu stand by menerima panggilan dari calon kastemer. Hal ini akan memberi kesan bahwa bisnis UKM Anda terlihat besar, karena tidak sulit kastemer menghubungi Anda. Atau paling tidak telepon Anda tidak sering ’sibuk’, apabila prospek menghubungi Anda.
Cara#3. Buatkan Voice Mail yang terdengar profesional
Ini digunakan jika Anda tidak memiliki satu orang pun sebagai resepsionis di rukan (rumah kantor) Anda, sebagai penjawab telepon Anda.
Namun jika Anda mempunyai seorang resepsionis di rukan Anda, pastikan tidak terdengar suara bayi, atau suara berisik dan bila menggunakan ‘voice mail’ sewaktu Anda tidak ada di rumah, buatkan sehingga terdengar misalnya seperti :
“Selamat pagi, di sini (sebutkan nama bisnis Anda)”.
Jadi ini hanya untuk memberi kesan benar-benar kantor bukan rukan dan mengusir kepercayaan mereka yg ragu-ragu untuk melakukan pembelian ke Anda.
Intinya adalah agar semuanya terkesan lancar untuk mendorong prospek web Anda melakukan pembelian.
Jangan membuat mereka berpikir – Namun buat mereka MEMBELI!
Cara#4. Gunakan alamat yang benar dan jelas:
Ini juga penting, karena kalau alamat yg tertulis di situs web tidak jelas dan agak samar, bagaimana para calon pembeli merasa percaya untuk menjadi customer Anda. Juga hal yg lain adalah kalau Anda menggunakan alamat di PO Box tertentu, ini juga akan mengesankan kekhawatiran bagi para calon pembeli, karena mereka takut ditipu.
Jadi janganlah buat kesan negatif, tulislah apa adanya dan sejujurnya.
Cara#5. Gunakan alamat email domain Anda
Mungkin Anda senang menggunakan email berbasis web yang gratis dan dapat diakses dari mana saja. Namun mengapa Anda harus membantu mempromosikan domain ISP atau domain perusahaan lain?
Jadi kalau situs web Anda adalah www.DomainPerusahaan.com, maka sebaiknya gunakan alamat email seperti NamaAnda@DomainPerusahaan.com
Cara#6. Buat kartu nama yang representatif:
Ini sangat penting jika Anda memang serius dengan bisnis Anda. Kartu nama Anda adalah bagaikan seorang salesman. Artinya itu bisa dibaca oleh siapa pun apalagi kalau dilihat oleh calon kastemer potensial Anda
Bayangkan terjadi suatu percakapan dengan seseorang di suatu tempat tertentu dan mendengarkan uraian tentang bisnis mereka yang luar biasa, kemudian Anda melihat kartu nama mereka yang tidak representatif! Tentu kredibilitas mereka kurang bermutu di mata Anda.
Cara#7. Jangan menakut-nakuti mereka
Kasus ini, Anda perlu berhati-hati! Tergantung situasinya. Misalnya kalau Anda adalah pemilik bisnis, dan Anda memberitahu di awal bahwa Anda adalah direktur atau jabatan tinggi lainnya hal ini tentu membuat prospek Anda merasa segan. Namun ada situasi tertentu Anda menyebut diri Anda adalah seorang direktur atau pemilik perusahaan tsb membuat Anda memiliki kesempatan bisnis yang lebih baik dengan orang tertentu yang memang juga adalah direktur atau pemilik suatu bisnis.
Jadi jangan buru-buru langsung memperkenalkan diri Anda sebagai seorang pemilik bisnis atau direktur bila beretemu seseorang, kecuali Anda sudah mengetahui siapa yang diajak bicara. Misalnya apabila Anda memiliki janji dengan seorang direktur dari sebuah perusahan besar, dan kartu nama Anda juga menyebutkan bahwa Anda seorang direktur, maka peluang bisnis lebih besar.
Anda harus selalu melihat jeli dan beradaptasi dan mengevaluasi terhadap hal-hal seperti ini, apa yang tepat atau tidak tepat.
copyright : http://www.bisnisukm.com
sumber gambar :http://bisnisukm.com/wp-content/uploads/2007/08/ukm-300x299.jpg
Diposting oleh
Bromo Telecenter
di
10/21/2009 09:22:00 AM
0
komentar
Label: Berita-Info Bisnis, Peluang Bisnis
Sabtu, Oktober 17
Mari: Produk kreatif kaya nilai tambah

JAKARTA (bisnis.com): Menteri Negara Koperasi dan UKM ad interim Mari Elka Pangestu mengajak semua elemen masyarakat mencintai dan memanfaatkan produk kreatif karya pelaku koperasi dan usaha kecil menengah (KUKM).
Banyak nilai tambah yang diperoleh jika memaanfaatkan produk itu karena akan mendukung perkembangan industri kreatif sebagai pilar baru bagi perekonomian Indonesia di masa depan.
“Oleh karena itu koperasi dan UKM harus memupuk semangat inovasi dan kreativitas agar bisa lebih mampu bersaing di pasar domestik dan ekspor,” ujar Mari Pangestu ketika membuka Smesco Festival 2009 dan Smesco Expo International di JCC, Senayan, hari ini.
Produk yang ditampilkan pada pameran hingga 10 Oktober, a.l. hasil kerajinan dan interior multibasis dari kayu, logam, kain, kulit, kaca. Selain itu dipamerkan produk fesyen, piranti rumah tangga, furnitur, makanan dan minuman.
Pameran juga diikuti UKM dari negara tetangga seperti Filipina, Malaysia, Thailand dan Vietnam. Pada ajang ini tersedia sekitar 531 stan, sejumlah 20 stan di antaranya dipergunakan untuk peserta negara Asean.
Pameran Smesco Festival yang disinergikan dengan Smesco Expo International, mengangkat tema Smesco Go Green. Produknya mengedepankan yang diproses dan diproduksi dari bahan baku ramah lingkungan, sehingga mendukung pelestarian lingkungan hidup.
Tema ini diangkat karena selaras dengan dengan program berbagai pemerintah terkait dengan pelestarian bumi. Tema ini untuk mendorong semangat menciptakan produk kreatif ramah lingkungan, termasuk produk daur ulang. (ln)
copy right :http://web.bisnis.com/sektor-riil/ritel-ukm/1id141682.html
sumber gambar :tribunlampung.co.id
Diposting oleh
Bromo Telecenter
di
10/17/2009 03:08:00 AM
0
komentar
Label: Berita-Info Bisnis, Peluang Bisnis
Jumat, Oktober 16
Pengembangan Budidaya Lele Berbasis Kelompok

Teks Foto : Kepala DPK Dedy Isfandi bersama petani saat memberi makan ikan lele
KOTAANYAR - Potensi budidaya perikanan, terutama air tawar di Kabupaten Probolinggo cukup bagus. Namun hingga saat ini tidak semua masyarakat yang dapat memanfaatkan potensi yang ada.
Padahal jika dikembangkan dengan sungguh-sungguh, potensi tersebut mampu menambah pendapatan masyarakat. Salah satu langkah yang ditempuh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Probolinggo dalam pengembangan budidaya air tawar ini adalah pengembangan budidaya ikan lele.
Salah satu pengembangan budidaya ikan lele berbasis kelompok dapat kita jumpai di Desa Triwungan Kecamatan Kotaanyar. Ikan lele ini telah dikembangkan oleh Kelompok “Mina Sejahtera” desa setempat sejak Maret 2009 lalu. Hingga saat ini anggotanya sudah berjumlah 22 orang dengan kolam sebanyak 50 buah. Saat ini, kelompok ini telah bermitra dengan salah satu perusahaan yang ada di Kecamatan Paiton.
Ketua Kelompok Mina Sejahtera Muhammad Aksan mengatakan budidaya lele ini berawal dari hobi yang hanya sekedar mencoba-coba saja. Tahun 1996 silam, dirinya membuat satu kolam berukuran 4x2 meter di Desa Klenang Kecamatan Maron. Kemudian tahun 2000, dia mencoba membuat dua buah kolam berukuran 3x5 meter. Melihat usahanya yang sukses dan lancar, banyak tetangga yang tertarik untuk mengikuti jejaknya. Akhirnya, Maret tahun 2009 dia mengajak masyarakat untuk membentuk sebuah kelompok dan diberi nama Kelompok Mina Sejahtera.
“Berbekal pengalaman mengelola dua unit kolam setiap anggota, kita ingin mengembangkan usaha budidaya lele dalam skala yang lebih besar. Oleh karena itu, kita sepakat untuk membentuk sebuah kelompok,” ujar Muhammad Aksan.
Menurut Muksan, demikian lelaki ini biasa dipanggil, budidaya lele merupakan salah satu usaha yang sangat mudah dilakukan. Pertama-tama, kita harus membuat kolam terlebih dahulu dengan ukuran 3x5 meter dengan kedalaman 20 hingga 30 cm. “Demi menghemat biaya pembuatan kolam, pemakaian terpal merupakan solusi yang tepat dari pada dilakukan plesterisasi. Terpal ini bisa kita digunakan hingga 8 kali panen,” jelas Muksan.
Setelah pembuatan selesai, kolam diisi air dengan ketinggian 30 hingga 40 cm dan dibiarkan minimal selama 4 hari. Selanjutnya, lakukanlah penebaran benih lele. Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari saat udara tidak panas. Tiap kolam dibutuhkan benih lele sebanyak 1.500 ekor. Langkah selanjutnya adalah melakukan pemberian pakan secara teratur. Setelah berumur 90 hari, lele sudah dapat dipanen dan diambil hasilnya. “Pemberian pakan pada lele harus diperhatikan dengan baik. Jika tidak begitu, maka pertumbuhannya tidak akan bagus,” lanjut Muksan.
Dari 1.500 ekor benih lele yang ditebar, 250/1000 ekornya diprediksi mati saat panen. Kematian lele tersebut bisa diakibatkan oleh pemeliharaan air yang kurang baik. Idealnya tiap 15 hari sekali, air kolam harus diganti dengan yang baru. “Kalau airnya tidak dijaga dengan baik, maka ikan lelenya akan nyiksa,” terang Muksan.
Selain karena pemeliharaan air, kematian ikan lele juga dapat diakibatkan oleh penyakit jamuran. Lele yang sudah terkena penyakit ini harus segera dipisahkan. Jika tidak, lele yang sakit ini akan dimakan oleh ikan yang lain. Sebab ikan lele termasuk hewan kanibal yang dapat memakan temannya sendiri.
“Ikan lele tidak dapat dipanen secara massal. Oleh karena itu, tiap satu bulan sekali harus rutin diadakan pemisahan antara ikan yang masih kecil dengan yang sudah besar,” tegas Muksan.
Secara analisa, total biaya yang dibutuhkan untuk satu kolam mencapai Rp. 488.296,-. Biaya tersebut meliputi pembuatan kolam, pembelian benih dan pakan serta pemeliharaan hingga panen. Sementara hasil produksi setiap kolam mencapai Rp. 1.125.000,-. Sehingga dalam satu kali panen, kita dapat memperoleh keuntungan bersih sebesar Rp. 636.703,- per kolam. Harga tiap kilogramnya mencapai Rp. 13 ribu.
“Sementara ini pemasarannya hanya lokal saja. Sebenarnya pernah ada permintaan dari luar, namun kita tolak. Sebab persediaan yang dimiliki kelompok hanya terbatas untuk pasar lokal saja. Namun ke depan, kita akan berupaya untuk menambah pembuatan kolam. Minimal satu kelompok mempunyai delapan kolam,” tambah Muksan.
Sementara Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi kepada Bromo Info mengatakan ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia, terutama di Kabupaten Probolinggo. Budidaya lele banyak dipilih oleh sebagian besar masyarakat karena memiliki banyak keunggulan, diantaranya mudah dibudidayakan, pertumbuhan lele sangat cepat, tahan terhadap penyakit, dapat dibudidayakan dengan mudah, modal usaha relatif rendah dan pemasarannya mudah.
“Budidaya lele ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Selain itu, budidaya lele ini juga dapat dijadikan alternatif pekerjaan disamping pekerjaan yang lain. Hingga saat ini sudah ada 16 kecamatan yang telah melakukan budidaya lele ini,” ujar Dedy Isfandi.
Menurut Dedy, prospek pemasaran ikan lele sangat menjanjikan. Hingga saat ini, permintaan lele masih cukup tinggi. Bahkan pernah ada permintaan dari Bali dan Jawa Tengah. Karena persediaannya sedikit, maka DPK memprioritaskan permintaan lokal terlebih dahulu.
“Sampai saat ini, kita lebih memprioritaskan kebutuhan lokal terlebih dahulu. Namun saya meminta kepada masyarakat untuk terus menumbuhkan kemandirian yang dimiliki. Tetap Semangat dalam menjalani bidang usaha yang ditekuninya. Pemerintah Daerah akan terus memberikan perhatian kepada usaha-usaha yang produktif,” jelas Dedy.(wan)
copyright : http://www.probolinggokab.go.id/site/index.php?option=com_content&task=view&id=2655&Itemid=92
sumbergambar :http://www.probolinggokab.go.id/site/images/stories/lele.jpg
Diposting oleh
Bromo Telecenter
di
10/16/2009 07:31:00 PM
0
komentar
Label: Berita-Info Bisnis, Peluang Bisnis
Usaha Jasa Potong Rambut Pria

Usaha potong rambut merupakan usaha jasa yang resikonya kecil tetapi hasilnya relatif tetap. Begitu setidaknya yang diutarakan Saryanto, 30 tahun, pemilik usaha potong rambut “Yanto”. Walaupun paginya sepi, hampir bisa dipastikan sore sampai malam usaha potong rambut miliknya ramai didatangi para pelanggan.
Selain memotong rambut, Saryanto juga menerima merapikan kumis. Pelanggannya mulai dari anak-anak, orang muda hingga orang tua. Model rambut yang diinginkan orang tua rata-rata hanya menginginkan rambut cepak, pendek dan rapi.
Berbeda dengan kawula muda yang menginginkan model rambutnya dipotong ala “mohawk” atau “spiky”. Potongan rambut model “mohawk”, menampilkan kesan lebih muda dan cocok untuk semua postur tubuh pria.
Sementara model “spiky” lebih cocok untuk pria berpostur pendek. Dengan bentuk rambut berdiri, kesan yang ditimbulkan adalah kesederhanaan. Selain itu model yang juga sangat digemari adalah potongan ala mandarin.
Proses Potong Rambut
Proses yang dilakukan pada saat memotong rambut konsumen sangat sederhana. Pelanggan dipasangi celemek agar potongan rambut tidak menempel di baju. Setelah itu rambut diusahakan tidak dalam posisi kering. Caranya rambut diperciki sedikit air.
Hal ini dimkasudkan agar “larinya” rambut yang dipotong tidak kemana-mana. Akan tetapi rambut juga tidak boleh dalam kondisi terlalu basah. “Karena kalau basah, seperti habis keramas, rambut susah dipotong”, ujarnya.
Setelah itu konsumen ditanya mau model rambut seperti apa. Jika proses potong rambut hampir selesai, konsumen ditanya potongan rambutnya kurang apa, apakah kurang pendek atau kurang rapi. “Yang jelas, polanya harus kelihatan dulu, baru ditanya”, imbuhnya..
Kemudian sisa rambut yang menempel di pakaian dibersihkan dan pelanggan dibedaki. Tujuan pelanggan dibedaki adalah untuk menjatuhkan rambut yang lengket, karena sisa rambut yang menempel di badan apabila langsung disikat tidak bisa langsung jatuh.
Peralatan & Ruang Usaha
Peralatan yang dibutuhkan untuk usaha potong rambut juga tidak banyak dan relatif tidak susah untuk didapat. Peralatan tersebut meliputi peralatan cukur dan perlengkapan usaha potong rambut itu sendiri.
Peralatan cukur yang dibutuhkan adalah clipper, yaitu mesin kecil untuk memotong rambut, sisir potong, pisau cukur, handuk, kap potong, sikat rambut, semprotan air, sisir vidal, kuas muka, gunting pendek, gunting zig zag dan penyemprot untuk memerciki rambut konsumen.
Harga mesin potong rambutnya bervariasi, berkisar antara 350 sampai 750 ribu. “Yang paling mahal buatan amerika. Mesinnya ringan, kecil tapi awet”, ujarnya. Sedangkan sisir harganya berkisar 15 ribu. Untuk gunting harga barangnya antara 50 sampai 150 ribu. “Yang paling bagus buatan Jerman mas,” katanya.
Sedangkan untuk perlengkapan usaha yang dibutuhkan adalah kursi pangkas, kaca, meja berlaci, kipas angin dan lampu pangakas. Untuk ruang usaha, luas ruang usaha yang dibutuhkan adalah minimum 5m x 8m. Kebutuhan ruangannya meliputi ruang tunggu, ruang potong, ruang cuci rambut dan ruang administrasi.
Pemasaran
Keunggulan yang diutamakan potong rambut pria “Yanto” adalah pengalamannya dalam memotong rambut yang sudah lama. Sehingga untuk memotong rambut jenis apapun tidak susah. Selain itu, potong rambut “Yanto” menambah layanan gratis merapikan kumis. Harganya juga cukup terjangkau. Hanya Rp. 5.000,00 per sekali potong.
Selain itu, jam buka yang tertib merupakan strateginya. Potong rambut “Yanto” mulai buka pukul 9 sampai jam 12 siang, kemudian istirahat 1 jam. Jam 1 siang buka lagi sampai jam 9 malam. Hari minggu juga buka.
Pertimbangannya adalah kebanyakan orang pada hari minggu adalah waktu dimana mereka tidak sekolah atau tidak bekerja, sehingga kemungkinan untuk menyempatkan mencukur rambut lebih besar.
Komunikasi antara tukang potong dengan pelanggan pada waktu mencukur juga penting. Karena tukang potong hanya diam saja, walaupun pelanggan cocok dengan potongannya, tapi mereka enggan kembali karena komunikasinya tidak baik.
Rata-rata sehari potong rambut “Yanto” bisa memotong 20-25 orang. Biaya bulanannyapun tergolong murah. Kebutuhan akan silet misalnya, satu silet bisa untuk 3-4 orang. Harga satu pak cuman Rp. 2500,- isi 5 buah.
Bedak juga murah. Seminggu hanya menghabiskan satu wadah bedak dengan harga 3 ribu per wadah. Pemakaian listrik juga tidak tinggi, hanya menghabiskan biaya 30 ribu per bulan sudah meng-cover kipas 8 watt, mesin potong rambut 10 watt. “Paling besar hanya untuk lampu malam, yaitu 40 watt”, ujarnya.
Intinya untuk membuka usaha jasa ini adalah “kenali jenis-jenis rambut, ikuti serat-serat rambut, dan cocokkan dengan tekstur wajah.” Anda tertarik mencoba?
Simulasi Keuntungan
Pemasukan
Jasa potong 25 orang : Rp. 5000,00 x 25 x 30 hari = Rp. 3.750.000,00
Pengeluaran
Gaji 1 Orang Pegawai : Rp. 750.000,00
Listrik & Air : Rp. 30.000,00
Administrasi : Rp. 100.000,00
Silet & Bedak : Rp. 25.000,00
Langganan Koran : Rp. 50.000,00
Promosi : Rp. 300.000,00
Total : Rp. 1.255.000,00
Laba Bersih
Rp. 3.750.000,00 – Rp. 1.255.000,00 = Rp. 2.495.000,00
copyrigh : http://bisnisukm.com/usaha-jasa-potong-rambut-pria.html
sumber gambar :http://bisnisukm.com/wp-content/uploads/2009/10/Usaha-Jasa-Potong-Rambut-br.JPG
Diposting oleh
Bromo Telecenter
di
10/16/2009 07:22:00 PM
0
komentar
Label: Berita-Info Bisnis, Peluang Bisnis
Jumat, Oktober 9
Menangkap Peluang Bisnis Ikan Lele Asap

bisnisukm.com - Ikan merupakan sumber protein hewani yang rendah kolesterol dan sangat baik untuk kecerdasan otak. Salah satu teknologi pengolahan ikan yang dapat meningkatkan nilai ekonomis serta daya tahan ikan adalah pengasapan.
Prinsip Pengasapan
Proses pengasapan ikan merupakan gabungan aktifitas penggaraman, penggeringan dan pengasapan. Adapun tujuan utama proses penggaraman dan penggeringan adalah membunuh bakteri dan membantu mempermudah melekatnya partikel-partikel asap waktu proses pengasapan berlangsung.
Dalam proses pengasapan,unsur yang paling berperan adalah asap yang dihasilkan dari pembakaran kayu. Pada pengasapan menghasilkan efek pengawetan yang berasal dari beberapa senyawa kimia yang terkandung di dalamnya, khususnya senyawa-senyawa :
-Aldehide ( formaldehide dan acetaldehyde), dan
-Asam-asam organik (asam semut dan asam cuka
Bahan Baku
a. Ikan
Ikan yang akan diolah harus dalam keadaan segar dan tidak mengalami cacat fisik. Berbagai jenis ikan diolah menjadi produk asap misalnya tongkol, cucut, tenggiri, belanak, bandeng, cumi-cumi, lele dll
b. Bahan Bakar / Kayu
Untuk menghasilkan ikan asap yang bermutu tinggi sebaiknya digunakan jenis kayu yang mampu menghasilkan asap dengan kandungan unsure phenol dan asam organik tinggi, karena kedua unsur lebih banyak melekat pada tubuh ikan dan dapat menghasilkan rasa, aroma maupun warna daging ikan asap yang khas. Sebaiknya digunakan jenis kayu yang keras atau tempurung kelapa sebagai bahan bakar.
Metode Pengasapan
Pengasapan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pengasapan dingin dan pengasapan panas
a. Pengasapan dingin (cold smoking) adalah proses pengasapan dengan cara meletakkan ikan yang akan diasap agak jauh dari sumber asap (tempat pembakaran kayu), dengan suhu sekitar 40 – 50 0C dengan lama proses pengasapan beberapa hari sampai dua minggu
b. Pengasapan panas ( hot smoking )
Pengasapan panas (hot smoking) adalah proses pengasapan ikan dimana akan diasapi diletakkan cukup dekat dengan sumber asap. Suhu sekitar 70 – 100 0C, lamanya pengasapan 2 – 4 jam.
Cara Membuat Ikan Lele Asap
Untuk membuat ikan asap perlu disiapkan bahan -bahan berupa : Ikan lele segar 3 Kg, garam 1 Kg garam, air secukupnya.
1. Ikan lele di belah menjadi dua
2. Bersihkan isi perutnya
3. Cuci bersih dan tiriskan
4. Buat larutan garam 20 – 25% ( untuk 8 kg ikan siapkan 5 liter air dan
tambahkan 1 – 1 ¼ kg gram )
5. Rendam ikan dalam larutan garam
tersebut selama 30 – 60 menit dan beri
pemberat di atasnya agar ikan tidak terapung
6. Cuci ikan , kemudian tiriskan sambil
diangin-anginkan sampai permukaan ikan
kelihatan kering. Penirisan ikan dengan
cara mengantung ikan pada kawat
(mengait bagian anus dengan posisi mulut di bawah)
7. Nyalakan kayu bakar dalam rumah asap, sampai didapat asap dengan temperature
ruang 60 – 70 oC
8. Atur ikan di atas rak pengasapan
kemudian lakukan proses pengasapan sampai
ikan matang dan berwarna kuning
kecoklatan mengkilap
9. Keluarkan rak ikan dari rumah asap dan
biarkan hingga dingin.
Analisa Usaha:
Dari 3 Kg ikan basah dihasilkan 1 Kg lele asap
Ikan lele segar 3 Kg = Rp.36.000
Garam = Rp.3000
Kayu bakar = Rp.10.000
Upah tenaga kerja = Rp. 10.000
Harga jual ikan lele asap = Rp 70.000
Keuntungan yang didapat = Rp.11.000 / Kg lele asap
sumber gambar :http://bisnisukm.com/wp-content/uploads/2007/09/ikan-asap.jpg
copy right : http://www.bisnisukm.com
Diposting oleh
Bromo Telecenter
di
10/09/2009 07:37:00 PM
0
komentar
Label: Berita-Info Bisnis, Peluang Bisnis
Kamis, Oktober 8
Peluang Bisnis Cafe Bebek Presto

bisnisukm.com - Bagi anda yang suka makan bebek, tak ada salahnya kesukaan itu dibuat peluang usaha buat anda. Yah, peluang usaha bisa diciptakan dari mana saja dan dari hal apa saja. Bagi anda yang suka dengan bebek, bisa memanfaatkannya dengan membuka cafe atau rumah makan sederhana yang berkonsepkan minimalis dengan berbagai hidangan menu bebek atau salah satunya dengan menu unggulan bebek presto.
Jika anda memang benar-benar ingin membuka bisnis ini perhatikanlah tips-tips membangun bisnis cafe berikut ini:
1. Cafe menengah kebawah tidak begitu memperhatikan pelayanan dan kualitas produknya. Jika sudah memiliki keunggulan tertentu, anda bisa mengalihkan anggaran dana untuk melakukan strategi promosi.
2. Jika Cafe yang menyasar menengah keatas, anda harus benar – benar memperhatikan masalah: pelayanan, kebersihan, kualitas produk dan sistem manajemen.
3. Untuk produk yang memiliki keunikan tersendiri, harus dapat dipertahankan keunikannya. Jangan sampai keunikan tersebut hilang.
4. Jika anda memiliki cafe yang memiliki keunikan tersendiri dan belum ada yang lainnya, maka anda harus melakukan branding ( penguatan merek atau differensiasi usaha ) kepada konsumen. Sehingga image usaha anda akan tertanam sebagai The First dalam usaha ini.
Dengan bisnis cafe bebek presto yang akan anda pilih, sekarang bagaimana dengan pembuatannya??? Pembuatan bebek presto sebenarnya sama saja dengan pembuatan presto dari bahan dasar ayam atau ikan, tinggal pintar-pintarnya memadukan bagaimana bahan dasarnya diganti dengan bebek. Rata-rata harga bebek presto perpotong adalah antara Rp 10.000-Rp 12.000. Berikut ini adalah cara pembuatannya:
Bahan :
1. 1 ekor bebek yang lumayan besar (boleh dipotong-potong atau tidak)
2. Air kelapa dari 1 butir kelapa ditambah sedikit air hingga 600 ml*)
Bumbu halus :
1. 7 siung bawang putih
2. 7 siung bawang merah
3. 2 ruas kunyit
4. Garam secukupnya
5. 2 iris lengkuas
*)Bisa diganti dengan 1 sdt gula merah dan air 600 ml.
Cara Pembuatan:
* Masukkan semua bahan dan bumbu ke dalam panci presto. Kalo sekiranya airnya kurang boleh ditambah air sedikit. Tutup panci prestonya rapat. Panaskan dengan api besar sampai panci berbunyi, kecilkan apinya sedang selama 30 menit (tapi kalo bebeknya muda, 25 menit cukup, kalo kelamaan bebeknya hancur).
* Bebek bisa langsung digoreng atau disimpan dulu dalam lemari es, sewaktu-waktu dapat cepat digoreng. Sebelum goreng, disiapkan dulu sambel korek mentahnya.
Sambel korek :
1. 100 gr cabe rawit merah
2. 3 siung bawang putih
3. Garam secukupnya
* Sebelum bebek digoreng, lebih dulu disiapkan cabe rawit dan bawang putih di-uleg (dihaluskan).
* Letakkan di tempat sambel atau piring. Kalo selesai goreng bebek, minyak yang masih panas sekali itu dituang ke sambel (jangan terlalu banyak, yang penting rata), diamkan hingga sambel matang sendiri. Tapi kalo dirasa kurang matang, terpaksa dipanaskan lagi sampai matang.
Diolah dari berbagai sumber
(Sumber gambar: http://www.tokopedia.com/product_gallery.pl?id=2692&page=1)
copy right: http://www.bisnisukm.com
Diposting oleh
Bromo Telecenter
di
10/08/2009 09:43:00 PM
0
komentar
Label: Peluang Bisnis
Selasa, Oktober 6
Usaha Peternakan Kelinci

BISNISUKM.COM - Ada banyak cara untuk memberdayakan masyarakat untuk mengembangkan perekoomian. Salah satunya adlah apa yang telah dilakukan waraga desa sendang sari Minggir jogja yang menghimpun diri untuk membuat kelompok peternakan kelinci.
Alasan pengembangan usaha peternakan kelinci adalah untuk pemberdayaan masyarakat yang kurang mampu. Terlebih lagi untuk bahan makanan kelinci yang tidak terlalu sulit dan mahal yaitu berupa rumput.
Salah satunya adAlah Suharyanto, Yang tinggal di dukuh bandan desa sendangsari kecamatan minggir kabupaten Sleman. Alasan pemilihan jenis ternak kelinci ini adalah karena perawatannya mudah, yaitu pakannya Cuma rumput. Pakan tambahan katul, untuk penggemukkan.
Sebelum memulai ternak kelinci, Suharyanto mengunjungi peterna-peternak kelinci dengan skala besar dan cukup lama menggeluti usaha ini untu bertanya mengenai prospek usaha tersebut. Menurut mereka, usaha ternak kelinci prospeknya sangat bagus. Bukan Cuma dagingnya saja yang bisa dimanfaatkan tetapi kotorannya juga laku dijual, misal urin dan kotoran padat.
SUMBER GAMBAR : http://chandikarabbit.wordpress.com/2007/12/29/kelinciku-tidak-produktif/
Dari segi produksi ternaknya, sepasang indukan bisa mengalami masa kawin 3 kali dalam setahun. Kawin bunting 1 bulan, lahir hingga usia anakan 2 bulan bisa dijual. 1 minggu s.d 10hari, indukan bisa dikawinkan lagi. Sekali melahirkan, setiap indukan bisa menghasilkan rata-rata jumlah anakan bisa mencapai 6-7 ekor. Jenis bibt bermacam-macam, yaitu:
* Jenis ram, khusus untuk kelinci peternak atau pembibitan, diperoleh dari peternak pembibitan
* Jenis bigon, khusus untuk kelinci pedaging atau konsumsi (sate atau tongseng), hasil persilangan antara jawa dengan ram, yang diperoleh dari peternak.
Awal Modal pertama 1 babon/indukan, setelah berjalan beberapa waktu kok dirasa mudah, akhirnya menambah 1 indukan lagi. Seorang famili melihat prospek kelinci tersebut tertarik untuk memberi modal. Modal untuk kandang 2juta, bibit 3 juta, kandang kecil 1juta dan sekarang mencapai 15 ekor indukan pada akhir januari 2009.
Untuk Pakan kelinci adalah rumput: biasanya mencari sendiri karena di lingkungan sekitar banyak, dan sebelum diberikan ke kelinci harus dibiarkan dahulu sampai layu karena rumput dalam kondisi segar dan basah mengandung banyak air sehingga bisa mengakibatkan kelinci kembung yang cukup riskan untuk kesehatan kelinci.
Untuk merangsang pertumbuhan kelinci pedaging, diberi makan katul dan ampas gandum. Sedangkan peternak besar biasanya katul dicampur ampas tahu yang sudah diperas, komposisi ini lebih bagus untuk kelinci. Biaya pakan, katul Rp1600/kg, untuk 15 indukan butuh 10kg/minggu.
Penyakit Kelinci
Dalam beternak kelinci, hal yang paling penting unutk diperhatikan adalah kebersihan kandang karena akan menjauhkan unsur penyakit, terutama gudik/korengan. Kelinci sangat riskan dengan penyakit gudik, bila sudah terlanjut terjangkiti maka tinggal disuntik dengan wermaisin sehingga koreng bisa langsung kering.
Yang kedua, harus teliti dalam mengamati kesehatan kelinci. Apabila kondisi kotoran kelinci dalam kondisi cair, harus segera ditangani. Kesulitan yang dihadapi dalam beternak kelinci, mayoritas peternak mengalami kesulitan dalam proses melahirkan anakan-anakan kelinci, terutama pada kondisi cuaca yang tidak menentu atau pergantian suhu yang signifikan.
Bila kondisi stabil dalam kondisi suhu panas atau dingin dalam waktu yang cukup lama, kondisi ini bagus dan mempermudah bagi indukan yang mau melahirkan. Tetapi bila kondisi suhu yang berubah-ubah cukup drastis, hal ini akan menyulitkan indukan ketika mau melahirkan.
Dalam manajemen usahanya, setiap pengeluaran selalu dicatat. Begitu pula, jumlah indukan dan jumlah anakan yang baru lahir. Setiap kelahiran anakan selalu disisakan 1 ekor untuk regenerasi, lainnya dijual. Organisasi usaha belum ada karena masih ditangani sendiri. Hanya saja, tergabung dalam kelompok peternak dan sudah tercatat di PPL Kecamatan Minggir.
Pemasaran
Sebelum melakukan pemasaran menjalin hubungan dengan peternak-peternak besar, selalu konsultasi atau crosscheck dengan peternak-peternak besar karena peternak-peternak besar sering kesulitan dalam memenuhi permintaan konsumen langsung (end user).
Untuk Jenis Kelinci hias, ada beberapa jenis dan paling diminati adalah three colour (3 warna) dan segmennya adalah menengah ke atas. Papilon atau dua warna. Martin, bagian atas hitam dan perut putih.
Kelebihan kelinci hias, bulunya halus. Jenis vlam, postur tubuhnya panjang dan besar serta mempunyai telinga yang lebar. Jenis spot, spot hitam dan spot merah, termasuk kelinci unggulan. Jenis vlam dan spot termasuk kelinci yang banyak diminati oleh hobiis.
Kompetitor
Diantara peternak kelinci tidak ada rasa persaingan dan setiap peternak selalu menjalin kerjasama dengan peternak lain. Terutama peternak-peternak besar selalu mau membantu atau memberi bimbingan kepada peternak-peternak pemula dalam menjalankan usaha ini.
Harga
Harga kelinci tergantung usianya. Jenis vlam atau spot ukuran besar dengan usia 2 bulan bisa mencapai Rp150.000/pasang. Ukuran sedang Rp60-70ribu/pasang. Bligon (jawa-vlam) usia 2 bulan Rp40-50rb. Kalo indukan, bligon diatas 160rb/ekor tergantung postur tubuh. Spot dan vlam indukan diatas Rp200rb, tergantung postur tubuhnya juga.
Pemasaran hanya sebatas untuk memenuhi kebutuhan peternak besar dalam melayani klien mereka dan bila terjadi kesepakatan harga, jika jumlahnya sedikit, kelinci bisa diantar atau pembeli (peternak besar) ambil sendiri jika jumlahnya cukup banyak.
Vlam dan spot usia 4-5 bulan Rp150-200rb/ekor, tergantung ukuran dan kondisi fisik. Bligon usia 4-5 bulan Rp50-60rb/ekor. Rex three color 4-5bulan Rp100-150rb, tergantung ukuran dan kondisi fisik.
Keuangan. Omset siklus produksi 3 bulan, dalam kondisi lancar, setelah masa bunting 1 bulan dimana rata-rata setiap 1 indukan menghasilkan 6 ekor anakan≈3 pasang dan 2 bulan kemudian anakan dijual dengan harga Rp60rb/pasang. Sebagai pemula, dengan kondisi suhu yang selalu berubah-ubah, tingkat kelahiran sangat kecil. Dari 6-7 ekor yang lahir hanya berhasil 2 ekor.
copy right: http://www.bisnisukm.com
Diposting oleh
Bromo Telecenter
di
10/06/2009 08:40:00 PM
0
komentar
Label: Peluang Bisnis
Jumat, Oktober 2
Potensi Besar Bisnis Camilan

bisnisukm.com - Siapa yang tidak suka camilan?? Semua orang menyenangi camilan. Camilan merupakan makanan ringan yang dinikmati sebagai selingan. Orang tidak akan pernah bosan untuk menyantapnya. Bahkan banyak anak-anak muda yang menggemari camilan. Rasa yang banyak ditonjolkan untuk camilan adalah gurih, asin, manis, dan pedas. Tidak hanyak anak-anak muda saja yang menyenagi camilan tapi juga anak-anak dan orang tua.
Karena penggemarnya begitu banyak, maka hal ini bisa menjadi peluang usaha yang baik untuk Anda. Untuk memulai bisnis cemilan ini, tidak harus memproduksi sendiri camilan itu. Camilan dapat diperoleh melalui supplier. Usaha cemilan ini bisa dimulai dengan membeli bermacam-macam cemilan dalam jumlah besar. Setelah itu camilan tersebut bisa dijual dalam jumlah yang lebih kecil. Usaha camilan ini menguntungkan karena modal yang dibutuhkan tidak terlalu besar, produknya dapat bertahan lama (daya simpan lama), membutuhkan ruangan yang kecil., variasinya banyak serta pengelolaannya yang mudah. Walaupun modal yang dibutuhkan kecil, namun usaha camilan berpotensi menghasilkan keuntungan yang besar.
Hal-hal yang perlu disiapkan dalam memulai bisnis cemilan ini adalah :
- Data supplier cemilan yang berkualitas dan harga terjangkau
- Lokasi
- Persiapan peralatan dan tenaga
Data supplier camilan yang berkualitas dan harga terjangkau merupakan hal penting karena berhubungan dengan kualitas camilan yang akan dijual. Selain itu perlu diperhatikan juga lokasi penjualan camilan dan persiapan peralatan dan tenaga. Lokasi penjualan merupakan faKtor terpenting dalam mempertahankan kelangsungan usaha. Pilihlah lokasi yang dapat dijangkau banyak orang. Kemudian siapkan seluruh peralatan yang dibutuhkan dan tenaga. Beberapa lokasi yang cocok untuk penjualan camilan adalah, daerah kos-kosan, dekat dengan sekolah, dll.
Hal yang perlu diperhatikan dalam membuka usaha camilan adalah kompetitor. Jika ada kompetitor, maka Anda harus memiliki nilai lebih dalam produk Anda. Misalnya dari segi variasi, harga, atau kualitas yang lebih baik. Anda juga bisa memperbaiki dari segi layanan terhadap konsumen. Anda juga bisa memberikan sedikit inovasi pada kemasan Anda. Pilihlah kemasan yang aman dan menarik. Kemasan merupakan hal penting karena memberikan image langsung terhadap produk yang dijual.
Diolah dari berbagai sumber
(Sumber gambar : www.halalguide.info)
copy right: http://www.bisnisukm.com
Diposting oleh
Bromo Telecenter
di
10/02/2009 03:50:00 AM
0
komentar
Label: Peluang Bisnis
Selasa, September 15
Peluang Bisnis Kerajinan Flanel

Tentu Anda telah banyak tahu tentang kain flannel. Kain flannel banyak memiliki warna-warna yang menarik sehingga dapat dikombinasikan. Perpaduan warna dari kain flannel ini sangat menarik sehingga hasil kreasi dari kain flannel diminati oleh sebagian besar orang. Penggemar kreasi dari kain flannel cukup banyak dan saat ini semakin berkembang karena semakin banyak pula kreasi baru dari kain flannel.
Beberapa contoh kerajinan dari kain flannel seperti bros, ikat rambut, gantungan kunci, gantungan HP, jepit rambut, tempat tisu, sarung HP, souvenir, bingkai foto, album foto, dan masih banyak lagi. Aneka kreasi kain flannel tergantung dari kreativitas Anda. Kain flannel merupakan bahan yang murah. Kreasi yang dihasilkan memiliki nilai jual yang cukup tinggi tergantung dari tingkat kerumitan dan kreativitas si pembuat.
Apakah Anda tahu kue tart yang lezat rasanya bisa dibuat dari kain flannel? Anda pasti tergiur akan kelezatan kue tart yang satu ini. Kue tart ini berasal dari kain flannel. Bentuk dan kenampakannya sama dengan kue tar yang asli. Namun berkat tangan-tangan kreatif, kue tart dapat dibuat dari kain flannel.
Biaya pembuatan kue tart dari kain flannel ini cukup murah. Bagi Anda yang ingin mendapat penghasilan tambahan dari aneka kreasi kain flannel, dapat mencobanya sekarang juga. Untuk memulai usaha aneka kreasi kain flannel hanya membutuhkan kreativitas dan sedikit kesabaran.
Hal-hal yang harus disiapkan sebelum membuat kue tart dari flannel adalah :
1. Desain tart
2. Pola
3. Alat : gunting, jarum, penggaris.
4. Bahan : kain flannel aneka warna, lem, dakron, benang.
Perhitungan biaya :
- Bahan kain flannel = Rp. 15.000
- Lem = Rp.4000
- Benang dan jarum = Rp.4000
- Tenaga = Rp. 7000
Harga jual satu kue tart Rp. 55.000. Harga jual kreasi tart dari kain flannel cukup tinggi karena kue tart ini merupakan kreasi unik dan cantik. Hasil kreasi ini dapat digunakan sebagai souvenir pernikahan, kado, atau sebagai dekorasi di sudut rumah Anda. Selamat mencoba.
(Sumber gambar : www. tokohtc.com)
sumber di ambil dari situs klik di sini
copy right: http://www.bisnisukm.com
Diposting oleh
Bromo Telecenter
di
9/15/2009 07:46:00 PM
0
komentar
Label: Peluang Bisnis
Jumat, September 11
Potensi Besar Bisnis Sajadah Anak-anak

Mengenalkan anak-anak pada nilai-nilai keislaman selayaknya perlu dilakukan sedini mungkin. Ada banyak cara persuasif untuk mengajarkan anak agar rajin sholat. Seringkali orangtua harus memberikan iming-iming berupa hadiah. Ya anak-anak akan senang dan bersemangat melakukan sesuatu jika diberi hadiah.
Hadiah yang diberikan kepada anak merupakan salah satu cara untuk memotivasi mereka agar mau belajar sholat yang pada akhirnya diharapkan dapat mengajari anak akan kebutuhannya akan shalat. Namun perlu diingat, jangan sembarangan juga dalam memberikan hadiah. Berikan hadiah yang tetap mempunyai nilai edukatif bagi mereka, yaitu berupa sajadah yang unik dan menarik sehingga disukai anak-anak. Edukatif, karena sajadah ini merupakan alat belajar (learning tools) yang memudahkan dalam pembelajaran shalat anak, sehingga diharapkan anak anak dapat menguasai gerakan dan bacaan shalat dalam waktu yang lebih singkat.
Sajadah adalah alat yang terbuat dari kain yang biasanya memiliki gambar dan corak bernafaskan islam. Sajadah digunakan kaum Muslim untuk menjaga agar tetap terjaga kebersihannya ketika melaksanakan sholat.
Sambil mengajari anak Anda sholat tidak ada salahnya apabila Anda juga mencoba bermain dalam usaha sajadah anak ini. Apalagi sekarang bulan romadhon. Permintaan akan perlengkapan ibadah seperti sajadah anak cenderung meningkat pada bulan ini. Tertarik ingin mencoba meraih peluang usaha ini. Simak beberapa informasi berikut.
Sajadah yang dibuat untuk anak-anak bisa menggunakan kain flannel, tenunan kain atau berbahan katun. Keunggulan kain flannel yang digunakan sebagai bahan sajadah karena kain flanel bahannya lentur tetapi tidak mudah lepas, mudah digunting, bisa dijahit, bisa dilem dibandingkan kain-kain yang lainnya. Selain itu juga memiliki keunikan yakni warnanya beragam, ada merah, kuning, hijau, ungu, abu-abu, pink dan hitam.
Mengingat pangsa pasar dari sajadah ini adalah anak-anak, maka penonjolan kombinasi warna dan desain gambar yang lucu dan unik mutlak diperlukan, selain itu bisa juga ditambah dengan dihiasi bordir. Pada umumnya warna-warna menyala atau cerah sangat mendominasi sajadah ini karena anak-anak sangat menyukainya.
Disamping menampilkan keunikan desain, juga perlu untuk memperhatikan kenyaman penggunaan sajadah bagi anak-anak. Untuk itu Anda dapat membuat ruang pada sajadah dan mengisinya dengan busa silikon atau dakron yang dibungkus spons lembut, lalu melapisinya lagi dengan kain katun. Dengan cara ini sajadah anak menjadi empuk dan nyaman untuk digunakan. Anda juga dapat mengkreasikan sajadah tersebut agar dapat dilipat dan dijadikan tas sehingga memudahkan untuk dibawa kemana saja.
Untuk pemasaran sajadah anak ini mudah saja, Anda bisa menawarkan kepada teman kantor anda, atau tetangga, rajin mengikuti bazar-bazar, menawarkan di acara-acara pengajian, arisan ibu-ibu, acara ibu – ibu taman kanak-kanak, atau melalui internet jika mengingikan pasar yang lebih luas. Kunci keberhasilan dalam menjalankan usaha ini adalah ketelatenan, kesabaran, tidak bosan berkreasi untuk menampilkan desain-desain yang inovatif dan menarik, dan yang jelas jaringan luas.
Semoga sedikit informasi ini dapat bermanfaat dan selamat mencoba..
Diolah dari berbagai sumber.
Sumber gambar:
http://sites.google.com/site/grosirjilbab/_/rsrc/1218520893230/sajadah-2/sajadahAnak.jpg
http://fauzasmg.files.wordpress.com/2009/02/kat_sajadah_anak_lama.jpg
sumber di ambil dari situs klik di sini
copy right: http://www.bisnisukm.com
Diposting oleh
Bromo Telecenter
di
9/11/2009 07:19:00 PM
0
komentar
Label: Peluang Bisnis
Kerajinan Unik dan Menguntungkan dari CD/DVD Bekas

Percaya nggak kalau CD/DVD bisa menjadi barang yang bermanfaat bahkan menguntungkan?? Bahkan CD/DVD bisa menjadi kerajinan yang berpeluang ekspor.
Coba bayangkan jika masing-masing orang di dunia ini memiliki 5 CD/DVD yang sudah tidak terpakai lagi…..Tentu dunia ini akan dipenuhi CD/DVD bekas. Dari pada dibuang sayang, lebih baik kita mengkreasikannya menjadi barang yang menguntungkan. Peluang bisnis dari CD/DVD bekas ini sangat besar
Kerajinan dari CD/DVD bekas ini patut Anda coba karena pasanya masih luas. Kerajinan ini memiliki keunikan tersendiri. Banyak kreasi yang bisa dihasilkan dari CD/DVD bekas ini. Seperti tempat tisu, bingkai foto, lampu, hiasan dinding, dan masih banyak lagi.
Bisnis ini dapat dilakukan oleh para pelajar atau orang tua. Artinya bisnis ini bisa dilakukan oleh semua kalangan.
Pasar untuk produk ini cukup luas. Produk yang dihasilkan memiliki variasi harga yang beragam. Harga produk yang dihasilkan tergantung dari tingkat kesulitan dalam membuatnya. Cara pembuatan yang mudah memiliki harga yang lebih rendah dari pada barang yang dibuat dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.
Berikut adalah cara pembuatan tempat tisu
Bahan dan peralatan :
1. 2 buah CD/DVD bekas
2. Lem Kayu
3. Cat kayu
4. Penggaris
5. Gergaji Kecil
6. Pernis
Cara pembuatan :
1. Potong CD/DVD menjadi setengah bagian
2. Lukislah CD/DVD sesuai dengan kreasi Anda
3. Siapkan potongan kayu ukuran 6 cm x 15 cm x 1 cm (1 buah) disebut papan A, 15 cm x 3 cm x 1 cm (2 buah) disebut sebagai papan B, 15 cm x 2 cm x 1 cm (2 buah) disebut sebagai papan C.
4. Beri lapisan pernis pada permukaan papan
5. Rekatkan papan A dan B sehingga membentuk huruf U. kemudian tempelkan CD/DVD yang telah di lukis pada kedua papan B tersebut.
6. Apit CD/DVD yang telah ditempelkan pada papan B. Rekatkan dengan lem.
Diolah dari berbagai sumber
(Sumber gambar : http://id.88db.com)
copy right: http://www.bisnisukm.com
Diposting oleh
Bromo Telecenter
di
9/11/2009 07:15:00 PM
0
komentar
Label: Peluang Bisnis
Rabu, Agustus 12
Mengubah Pahitnya Kulit Jeruk Bali menjadi Sebuah Peluang Usaha

Hampir semua orang kenal jeruk bali. Dari semua jenis jeruk, jeruk bali atau pomelo merupakan jeruk berukuran paling besar dengan nama ilmiah Citrus grandis. Buahnya bulat lonjong, bagian atasnya agak meruncing dan bawahnya mendatar. Kulit buah hijau kekuningan, daging buah kemerahan dan ada juga yang berwarna putih dan rasanya cukup manis namun sedikit getir, teksturnya halus dan berair banyak.
Daging buahnya bisa langsung dimakan setelah dikupas, dibuat sari jeruk atau bisa
digunakan untuk campuran rujak dan salad. Tapi selain buahnya yang segar, kulit jeruk
bali yang selalu dianggap sebagai limbah ternyata juga memiliki nilai ekonomis yang cukup baik. Di Indonesia, kulit jeruk ini dikenal sangat tebal dan empuk sehingga sayang sekali apabila tidak dimanfaatkan. Biasanya kulit jeruk bali digunakan untuk
rendaman. Berikut langkah-langkah membuat selai kulit jeruk:
Bahan
1. kulit jeruk bali 1 kg
2. gula pasir ¾ kg
3. asam sitrat 0,2 g/kg bubur buah
4. natrium benzoate 0,5 gram/kg bubur buah
5. garam dapur secukupnya
6. vanili secukupnya
Cara Pembuatan
1. Pilih kulit jeruk yang sudah tua tapi tidak terlalu matang karena kandungan
pektinnya tinggi yang sangat dibutuhkan untuk pembuatan selai dalam rangka
pembentukan gel atau kekentalan.
2. Ambil kulit bagian tengah atau dalam yang menyurapai gabus berwarna putih dan
ada juga yang berwarna kemerah-merahan, selanjutnya dilakukan pencucian untuk
menghilangkan kotoran dan getah yang menempel.
3. Rebus dalam air panas (suhu 85-100 0C) selama 30-40 menit.
4. Cuci dengan air bersih secara berulang-ulang, kemudian rendam selama 24 jam
lalu tiriskan
5. Hancurkan/ giling kulit buah yang telah ditiriskan. Ukuran partikel dari hasil
penggilingan diusahakan tidak terlalu kasar dan tidak terlalu halus yang
berbentuk serat-serat kasar.
6. Masak bubur kulit jeruk bersama gula, garam, vanili, asam sitrat dan Na Benzoat
sebagai pengawet selama kurang lebih 1 jam sambil diaduk-aduk sampai mengental
berwarna kuning kecoklatan. Pemanasan atau pemasakan yang terlalu lama
menyebabkan hasil selai menjadi keras dan membentuk kristal gula. Sedangkan
bila terlalu cepat/singkat, selai yang dihasilkan akan encer.
7. Kemas selai yang telah jadi.
Nb: Selain dibuat selai, kulit jeruk bali juga dapat dibuat jelly, manisan dan dapat dimanfaatkan sebagai minyak yang berasal dari kulit jeruk.
(Sumber gambar: http://www.iptek.net.id/ind/teknologi_pangan/index.php?mnu=2&id=189)
copy right: http://www.bisnisukm.com
Diposting oleh
Bromo Telecenter
di
8/12/2009 06:48:00 PM
0
komentar
Label: Peluang Bisnis
Selasa, Agustus 4
Bisnis Sirup Lidah Buaya, Bisnis Tepat Menjelang Ramadhan

Lidah buaya memang tidak pernah mati akan pemanfaatannya sebagai produk olahan pangan, mulai dari teh lidah buaya, selai lidah buaya, sampai dawet lidah buaya. Nah bagaimana dengan sirup lidah buaya?
Lidah buaya merupakan tanaman yang biasanya hanya untuk hiasan kini bak primadona karena dilihat dari manfaat dan penggunaan tanaman ini yang luar biasa. Tanaman ini kini menjadi alah satu dari 10 jenis tanaman terlaris didunia yang telah dikembangkan oleh negara-negara maju seperti Amerika, Australia dan negara di benua Eropa.
Lidah buaya memang tanaman yang sarat akan manfaat mulai untuk kesehatan seperti bahan untuk obat-obatan, untuk kecantikan sebagai bahan kosmetik maupun untuk bahan pangan sebagai bahan pembuatan minuman ataupun jenis jajanan.
Gel lidah buaya tersusun oleh 96 persen air dan 4 persen padatan yang terdiri dari 75 komponen senyawa berkhasiat. Khasiat hebat yang dimiliki aloevera sangat terkait dengan 75 komponen tersebut secara sinergis. Kegunaan lidah buaya antara lain penyubur rambut, penyembuh luka (luka bakar/tersiram air panas), obat bisul, jerawat/noda hitam, pelembab alam, antiperadangan, antipenuaan, obat cacingan, susah kencing, susah buang air besar (sembelit), batuk, radang tenggorokan, hepatoprotektor (pelindung hati), imunomodulator (pembangkit sistem kekebalan), diabetes mellitus, menurunkan kolesterol dan penyakit jantung koroner.
Dengan tahu begitu banyak manfaat lidah buaya, tidak ada salahnya jika kita mau mengolahnya sendiri menjadi berbagai macam produk pangan. Apalagi sangat pas sekali karena untuk seluruh umat muslim akan datang bulan ramadhan dan ini bisa dijadikan peluang sebagai alternative usaha untuk berwiraswasta maupun untuk konsumsi sendiri pada bulan ramadhan. Selain itu, kini konsumen mulai lebih memperhatikan produk pangan dengan sarat manfaat pada makanan yang dikonsumsinya.
Salah satu olahan lidah buaya yang tepat adalah pengolahan menjadi sirup lidah buaya. kenapa? karena sesaat lagi akan menjelang bulan ramadhan, yang tepat untuk melakukan bisnis ini untuk meraih peluang ini dibulan ramadhan. Pembuatan sirup lidah buaya dapat dilakukan dengan alat sederhana yang ada di rumah tangga, berikut ini adalah prosesnya:
Bahan :
1. Lidah buaya
2. 1kg gula pasir
3. 500 ml air
4. pewarna makanan
5. benzoat.
6. Asam sitrat 1 gram
Cara Membuat :
1. Daun lidah buaya dibersihkan, dipotong-potong, dikupas, dan di rendam larutan
garam 10 persen selama 1 jam lalu dicuci dengan air mengalir sampai bersih
(keset).
2. Lalu diblancing selama 3 menit.
3. Bila sudah dingin gel Lidah Buaya diblender dan disaring sehingga diperoleh
cairan gel lidah buaya
4. Gula pasir, air dan Filtrat / cairan lidah buaya di panaskan sampai mendidih
5. Setelah diangkat dari api ditambahkan asam sitrat benzoat dan pewarna lalu
disaring.
6. Sirup Lidah Buaya disimpan dalam botol yang sudah disterilkan.
(Sumber gambar: http://hotelkini.com/site/images/stories/mffancyzoom/buaya.jpg)
copy right: http://www.bisnisukm.com
Diposting oleh
Bromo Telecenter
di
8/04/2009 04:38:00 AM
0
komentar
Label: Peluang Bisnis
Minggu, Agustus 2
Manisnya Peluang Bisnis Manisan Kering

Pengembangan agribisnis dan agroindustri sangat mungkin di kembangkan di Indonesia, mengingat ketersediaan sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang melimpah. Komoditas agribisnis yang paling tepat untuk mengatasinya saat ini adalah komoditas hortikultura. Komoditas ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi perkembangan pertanian Indonesia.
Jenis usaha yang potensial untuk dikembangkan adalah usaha yang bergerak di bidang pengolahan bahan pangan. Produk bahan pangan yang dihasilkan dapat menambah keanekaragaman produk dan memberi nilai tambah bagi bahan pangan tersebut. Salah satunya adalah buah-buahan yang merupakan sumber kekayaan alam yang melimpah di Indonesia.
Produk yang akan dikembangkan adalah produk manisan yang bahan bakunya berasal dari buah-buahan. Di Indonesia sangatlah mudah menemukan buah-buahan dan sayur-sayuran setiap harinya yang sebenarnya memberikan kesempatan yang besar dalam pemanfaatannya sebagai peluang usaha.
Namun, potensi yang besar ini jika tidak dibarengi dengan pemanfaatan teknologi pengolahan yang tepat akan sia-sia. Kenyataan ini menjadi semakin parah jika musim buah tiba. Harga buah menjadi sangat murah bahkan banyak yang terbuang.
Pengolahan buah dan sayuran menjadi manisan kering bertujuan untuk memperpanjang umur simpan produk buah tanpa harus menggunakan bahan pengawet, karena pengawet yang digunakan adalah pengawet alami berupa gula. Hal tersebut merupakan peluang usaha baru guna meningkatkan pendapatan masyarakat, dan membidik pasar produk buah. Selain itu, tidak kalah pentingnya produk tersebut juga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan makanan ringan yang penuh serat dan menyehatkan.
Oleh karena itu, mengolah buah-buahan menjadi manisan merupakan salah satu solusi cemerlang yang dapat mendatangkan keuntungan berlimpah. Setelah diolah menjadi manisan buah kering akan menyebabkan nilai jual buah akan semakin tinggi.
Manisan adalah salah satu bentuk makanan olahan yang banyak disukai oleh masyarakat. Rasanya yang manis bercampur dengan rasa khas buah sangat cocok untuk dinikmati diberbagai kesempatan. Meskipun jenis manisan buah yang umum dipasarkan ada bermacam-macam bentuk dan rasanya, namun sebenarnya dapat dikelompokkan menjadi 4 golongan yaitu:
1. Golongan pertama adalah manisan basah dengan larutan gula encer (buah dilarutkan dalam gula jambu, mangga, salak dan kedondong).
2. Golongan kedua adalah manisan larutan gula kental menempel pada buah. Manisan jenis ini adalah pala, lobi-lobi dan ceremai.
3. Golongan ketiga adalah manisan kering dengan gula utuh (sebagai gula tidak larut dan menempel pada buah). Buah yang sering digunakan adalah buah mangga, kedondong, sirsak dan pala.
4. Golongan keempat adalah manisan kering asin karena unsur dominan dalam bahan adalah garam. Jenis buah yang dibuat adalah jaambu biji, buah, mangga, belimbing dan buah pala.
Manisan kering adalah produk olahan yang berasal dari buah-buahan dimana pemasakannya dengan menggunakan gula kemudian di keringkan. Produk ini mempunyai beberapa keuntungan diantaranya; bentuknya lebih menarik, lebih awet volume serta bobotnya menjadi lebih kecil sehingga mempermudah pengangkutan. buah-buahan yang biasa digunakan untuk membuat manisan kering adalah jenis buah yang lunak seperti pepaya, sirsak, tomat, dan lain-lainnya.
Secara umum pembuatan manisan terdiri dari tahap pemotongan/penusuk-nusukan buah, perendaman, pencucian, perebusanpemasakan dengan gula dan penjemuran. Berikut ini adalah proses pengolahan manisan kering pada buah tomat:
Bahan :
* Tomat / Pepaya 1 kg
* Gula 3 ons
* Kapur
Alat :
* Wajan
* Kompor
* Panic
* garpu.
* Tampah (untuk penjemuran)
Cara membuat :
* Tomat ( dapat diganti pepaya yang telah dikupas / dipotong-potong) dicuci lalu ditusuk-tusuk dengan garpu
* Direndam dalam air kapur selama 1 malam
* Ditiriskan dan dicuci bersih
* Direbus dalam air mendidih selama 10 menit
* Ditiriskan dan didinginkan
* Dimasukkan dalam wajan, ditambahkan gula dan ½ gelas air
* Dimasak sampai hampir kering
* Ditiriskan, dijemur
* Pengemasan
(Sumber gambar: http://wb8.itrademarket.com/pdimage/50/820350_dehydrated-fruit.jpg)
copy right: http://www.bisnisukm.com
Diposting oleh
Bromo Telecenter
di
8/02/2009 06:29:00 PM
0
komentar
Label: Peluang Bisnis
Warung Burjo dengan Fasilitas Hotspot? Kenapa Tidak

Terletak disebuah ruko yang berukuran 3m x 5 m, dan dipenuhi oleh pengunjung yang sedang asyik dengan laptopnya.
Terkesan seperti burjo ( warung makan bubur kacang ijo ), tapi bukan sembarang burjo, karena pengunjung disini rata – rata memiliki laptop semua.
Sambil melakukan browsing, pengunjung memesan minuman dan makanan yang harganya sangat terjangkau. Ya, itulah B-Hot atau singkatan dari Burjo Hotspot.
Wahyu ( 27th ) yang merupakan salah satu dari pemilik dari B-Hot. Lulusan Teknik Informastika UAD (Univ. Ahmad Dahlan Yogyakarta) ini bersama rekan – rekannya membangun sebuah warung makan yang dapat mengaplikasikan bidang pendidikannya.
“Saya memilih burjo sebagai tempat hotspotan karena aplikasi dari burjo itu praktis dan instan. Tidak perlu repot – repot menyediakan berbagaia menu makanan dan minuman. Serta pengelolaannya lebih sederhana ” jelasnya.
Wahyu yang telah menikah bulan Maret 2008 kemarin menuturkan, kendala mendirikan usaha ini pada awalnya adalah mencari karyawan. ” Saya samapai keliling Jogja, dan mendatangi burjo – burjo untuk melihat bagaimana kinerja dari karyawanya. Kebetulan pada sebuah burjo saya mendapatkan salah satu karyawan yang ingin bergabung dengan usaha saya ” kata suami dari Ratna Hastari ini.
Menu minuman yang terdapat di warung makan B-Hot ini antara lain : nasi telor, nasi goreng, mie rebus, mie goreng. Untuk variasi minumannya, Es Teh, Es Jeruk, Susu, Kopi, Kopi Susu dan minuman sachetan lainnya. Jadi praktis, B-Hot sendiri hanya menyediakan nasi putih dan 2 macam lauk pauk ( untuk nasi telornya ). Selebihnya berasal dari makanan instan.
Strategi Pemasaran
Keunggulan dari B-Hot ini adalah letaknya yang strategis di daerah kampus, sehingga dekat dengan lingkungan kost – kostan. Selain itu ruangan yang cukup untuk kapasitas 20 – 30 orang pengunjung ini, berada di ruko yang selalu ramai dikunjungi.
Kegiatan promosi yang dilakukan B-Hot ini terbilang cukup sederhana. Hanya menyebarkan brosur – brosur yang disebar ke daerah kost – kostan di sekitar kampus UPN. Dan juga banyak dibantu oleh para konsumen yang memberikan komentarnya di blog atau milis di internet.
Harga yang diberlakukan B-Hot tidak mahal dan terbilang murah untuk katagori sebuah cafe atau warung makan yang menyediakan fasilitas wifi. Untuk minumannya, warung makan ini mematok harga Rp 1.500 – Rp 3.500 setiap jenis. Sedangkan untuk makanannya dijual dengan harga
Pada pengembangannya B-Hot berencana akan membuka cabang di beberapa titik di Jogja, dengan tetap menggunakan nama B-Hot sebagai brand usahanya. Kini B-Hot telah memiliki pelanggan tetap
B-Hot kini telah diliput oleh berbagai media, antara lain stasiun Trans TV, Majalah Kabare Jogja, Koran Harian Jogja, Majalah Kampus UII, dll. Dengan pelayanan buka 24 jam non stop, saat ini B-Hot telah memiliki pengunjung sebanyak 100 – 150 pengunjung setiap harinya.
Analisa Keuangan
Omset penjualan
30 hari x @ 750.000 : Rp 22.500.000
Bahan Baku (30%) : Rp 6.750.000
Laba Kotor : Rp 15.750.000
Biaya Operasional
Langganan Speedy : Rp 750.000
Gaji 4org Karyawan : Rp 3.000.000
Sewa Tempat : Rp 1.000.000
Biaya Lain – lain : Rp 2.500.000 +TOTAL : Rp 7.250.000
Laba bersih : Rp 8.500.000
copy right: http://www.bisnisukm.com
Diposting oleh
Bromo Telecenter
di
8/02/2009 06:19:00 PM
0
komentar
Label: Peluang Bisnis
Kamis, Juli 30
Kerajinan Eceng Gondok yang Mempesona

Eceng gondok ( Latin:Eichhornia crassipes) adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung. Selain dikenal dengan nama eceng gondok, di beberapa daerah di Indonesia, eceng gondok mempunyai nama lain seperti di daerah Palembang dikenal dengan nama Kelipuk, di Lampung dikenal dengan nama Ringgak, di Dayak dikenal dengan nama Ilung-ilung, di Manado dikenal dengan nama Tumpe.
Eceng gondok memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga tumbuhan ini dianggap sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan. Eceng gondok dengan mudah menyebar melalui saluran air ke badan air lainnya. Akhir-akhir ini perkembangan tumbuhan air enceng gondok di perairan sungai, danau, hingga ke perairan payau sangat pesat. Sekilas tanaman enceng gondok tidak berguna. Bagi masyarakat di sekitar pinggiran sungai, enceng gondok adalah tanaman parasit yang hanya mengotori sungai dan dapat menyebabkan sungai menjadi tersumbat atau meluap karena enceng gondok terlalu banyak. Begitu pula bagi para masyakat disekitar pinggiran danau yang menganggap enceng gondok yang banyak didanau adalah penggau yang menghalangi aktivitas mereka di danau tersebut.
Kenyataan ini yang bisa menjadikan eceng gondok dianggap sebagai tanaman penggangu, tetapi bila kita jeli mencari peluang, maka tanaman eceng gondok sangat bermanfaat untuk memberikan peluang usaha sebagai bahan dasar kerajinan (handy craft). Seiring dengan perkembangan iptek, bagian tumbuhan eceng gondok setelah dikeringkan ternyata bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan tas wanita yang cantik, kopor, sendal, keranjang (tempat pakaian bekas), tatakan gelas, tikar, nampan dan sebagainya. Malah belakangan ini banyak dimanfaatkan untuk mendukung industri mebel den furniture, sebagai pengganti rotan yang harganya semakin melangit.
Hingga saat ini sudah banyak daerah yang mampu mengembangkan eceng gondok untuk pembuatan barang-barang kerajinan, mebel den furniture. Antara lain di Purbalingga, Dl Yogyakarta, sekitar Kota Solo, Cirebon, Lampung, Surabaya dan Bali. Bahkan sebagian barang-barang kerajinan eceng gondok dengan model dan kualitas tertentu, banyak diekspor ke Eropa dan Amerika Serikat yang semakin gandrung dengan barang-barang produksi dari bahan-bahan alami (back to nature).
Pembuatan handy craft dari bahan eceng gondok ini dibutuhkan proses yang cukup lama. Eceng gondok terlebih dahulu harus dikeringkan sekitar dua minggu. Setelah eceng gondok mengering lalu dibentuk kepangan panjang yang dilakukan warga dan kelompok perajin. Setelah berbentuk kepangan panjang, eceng-eceng tersebut dianyam menjadi barang yang diinginkan. Mulai dari pot bunga, tempat sampah, box tissue, tas, topi, perlengakapan dapur hingga furniture. Untuk lebih meningkatkan daya tarik pembeli, hasil anyaman tersebut ditambahakan cat pernis. Sehingga, tampilannya lebih mengkilap dan menarik.
Rata-rata kerajinan ini dijual di pasaran dengan harga mulai dari Rp 15 ribu hingga 5 juta. Tergantung dari ukuran barang dan tingkat kesulitan anyaman.
Berikut adalah langkah-langkah dalam pembuatan karya kerajinan tangan dengan bahan eceng gondok :
* Pengumpulan eceng gondok
* Pemisahan pangkal tangkai
* Pengeringan pangkal tangkai
* Penguliran
* Pembentukan/penganyaman jadi karya seni (Tas, hiasan dinding, dompet, kursi dll)
(Sumber gambar: http://kadokado.indonetwork.or.id/88817/kerajinan-enceng-gondok3.htm)
Diposting oleh
Bromo Telecenter
di
7/30/2009 11:45:00 PM
0
komentar
Label: Peluang Bisnis
Limbah Cakar Ayam Berpotensi Membuka Peluang Usaha

Cakar merupakan sisa pemotongan ayam setelah diambil karkasnya. Masyarakat mengkonsumsi cakar ayam sejauh ini terbatas untuk sop, semur, bacem, dll., tetapi masih sangat jarang masyarakat mengkonsumsi rambak cakar, selain karena sulit didapat di pasar juga karena sulit dalam pengolahannya.
Cakar ayam dijual murah di pasar-pasar yang dihasilkan dari Rumah Potong Ayam (RPA). Dengan nilai jual cakar ayam yang tidak terlalu besar maka perlu adanya alternatif pengolahan cakar ayam yang lebih memiliki nilai jual, salah satunya adalah pengolahan menjadi rambak cakar ayam.
Rambak cakar ayam tergolong makanan ringan yang memiliki sifat renyah (keras tapi mudah patah). Kerenyahan inilah sebenarnya yang membuat rambak cakar ayam banyak disukai konsumen. Apalagi selain renyah, rasanya juga enak, tahan lama, praktis, dan dapat dinikmati kapan saja (terutama di saat santai) (Sutejo dkk, 2000).
Sebagai bahan baku rambak cakar sebenarnya merupakan daging dan kulit yang ada di bagian kaki. Oleh karena itu, kandungan gizi antara cakar dan daging ayam bias dikatakan relative sama. Seperti halnya daging ayam, cakar ayam juga mengandung protein, kalori, kalsium, fosfor, lemak, besi, dan vitamin A serta B1. Meski zat-zat gisi tersebut jum;ahnya bervariasi, tetapi kandungan protein, kalori, dan fosfornya cukup tinggi. Untuk itu perlu dipelajari bagaimana mengolah rambak cakar secara tepat dan benar.
Cara pengolahan Rambak cakar ayam, sebagai berikut
Bahan :
1. Cakar ayam 1 Kg
2. Garam 100 gram
Cara :
1. Cakar ayam di sortasi dan dicuci sampai bersih
2. Cakar ayam direndam dengan air garam + 15 menit
3. Cakar ayam dikukus selama + 3 menit ( jangan terlalu lama untuk memudahkan pengelupasan kulit )
4. Hasil kukusan didinginkan
5. Setelah dingin kulit cakar ayam dikelupas, diusahakan hasil kelupasan dalam keadaan utuh
6. Hasil kelupasan dikeringkan dalam oven 50o C selama 24 jam, atau di bawah sinar matahari ± 3 hari
7. Cakar ayam yang sudah kering lalu digoreng dan dikemas dalam plastik.
(Sumber Gambar: http://p00tri.multiply.com)
copy right: http://www.bisnisukm.com
Diposting oleh
Bromo Telecenter
di
7/30/2009 11:40:00 PM
0
komentar
Label: Peluang Bisnis
Rabu, Juli 29
Peluang Berbisnis Keripik Limbah Melinjo

Melinjo? Siapa yang tidak mengenal melinjo? Melinjo (Gnetum gnemon L) termasuk tanaman berbiji terbuka (Gymnospermae) dimana daging buah terbungkus kulit luar. Biji melinjo yang telah tua berwarna merah tua merupakan bahan baku emping melinjo.
Selama ini pemanfaatan melinjo masih sebatas biji melinjo yang menjadi bahan olahan karena memiliki masa simpannya relatif lama dan bernilai ekonomis tinggi, salah satu olahan tersebut adalah emping. Emping melinjo adalah sejenis keripik yang dibuat dari biji melinjo yang telah tua.
Tanaman melinjo banyak manfaatnya, hampir seluruh bagian tanaman melinjo dapat dimanfaatkan terdiri dari daun muda, bunga, dan kulit lunak biji. Semua makanan yang berasal dari tanaman melinjo mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi, selain karbohidrat juga mengandung lemak, protein, mineral, dan vitamin.
Lalu, bagimana dengan pemanfaatan kulit lunak bijinya? Selama ini kulit lunaknya hanya dijual dengan harga yang sangat murah karena masa simpannya yang relatif rendah. Itupun kadang berlebih yang biasanya hanya sebagai penghuni tong sampah alias sebagai limbah. Kulit ini biasanya hanya digunakan sebagai bahan beberapa masakan misalnya sayur lodeh, oseng-oseng, sambal goreng dan yang lainnya.
Karena pemanfaatannya yang kurang maksimal dan tidak memiliki nilai ekonomis tinggi. Maka, perlu adanya alternatif pengolahan yang lebih baik yang bisa meningkatkan nilai jualnya serta bisa menjadi peluang berbisnis bagi masyarakat. Salah satunya adalah dengan mengolah kulit melinjo tersebut menjadi keripik kulit melinjo.
Bagaimana cara membuatnya? Keripik kulit melinjo dibuat dari kulit lunak biji melinjo yang merupakan limbah pada pengolahan emping melinjo. Cara pembuatan produk ini cukup mudah dengan menggunakan alat-alat sederhana yang biasa terdapat didapur rumah tangga. Berikut ini adalah cara membuat keripik biji kulit melinjo.
Bahan
* Kulit buah melinjo yang masih segar dan berwarna merah tua: 3 kg
* Gula merah: 0,7 kg
* Bawang putih: 15 siung
* Cuka (25%): 10 ml
* Cabe merah: 30 buah
* Daun jeruk nipis: 20 helai
* Ketumbar: 5 sdm
* Sereh: 5 batang
* Garam: 25 gram
Peralatan
* Kompor
* Wajan
Cara Pembuatan
* Pembersihan. Kulit melimjo dipilih yang merah tua, dan tidak busuk. Kotoran, kerikil dan tanah dibuang. Kulit ini dicuci dengan air sampai bersih, kemudian ditiriskan.
* Pengeringan. Kulit melinjo yang telah dicuci bersih dijemur sampai kering (kadar air di bawah 10%, atau dikeringkan dengan alat pengering.
* Penggorengan. Kulit melinjo yang telah kering digoreng si dalam minyak panas (suhu 170oC) sampai kering dan garing (selama 5-10 menit).
* Mempertahankan panas. Kulit melinjo yang telah garing dan masih panas dimasukkan ke dalam termos agar bahan tetap panas.
* Penyiapan bumbu
1. Bawang putih, daun jeruk, dan garam digiling sampai halus. Kemudian campuran ini ditumis dengan sedikit minyak sampai berbau harum.
2. Sementara itu gula merah diiris tipis, sereh dipukul sampai memar, dan cabe dibuang bijinya dan diiris tipis-tipis. Bahan-bahan ini dimasukkan kedalam bumbu yang sedang ditumis, kemudian ditambah dengan setengah gelas dan cuka. Pengadukan diteruskan sampai terbentuk adonan bumbu kental.
* Pembumbuan. Biji melinjo yang telah digoreng dan garing serta masih panas segera dimasukkan ke dalam adonan bumbu, dan diaduk secara cepat sampai tercampur merata.
* Pengemasan. Keripik kulit melinjo dikemas di dalam kantong plastik polietien, kemudian ditutup rapat.
(Sumber/ gambar: http://bisnisukm.com/peluang-berbisnis-kerupuk-limbah-melinjo.html dan http://farm2.static.flickr.com/1400/1437299885_9156c28a95.jpg?v=0)
copy right: http://www.bisnisukm.com
Diposting oleh
Bromo Telecenter
di
7/29/2009 07:17:00 PM
0
komentar
Label: Peluang Bisnis

